topbella

Sabtu, 21 Juli 2018

🌺➿🍄🌹🍄➿🌺 *Tanggungjawab Dan Ganjaran Pahala* 🌺〰〰〰〰〰🌺


🍄عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى أَهْلِهِ يَحْتَسِبُهَا فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ.
🍄Dari Abu Mas'ud dari Nabi SAW, baginda bersabda: *"Apabila seseorang memberi nafkah untuk keluarganya dengan niat mengharapkan pahala maka baginya (pahala) sedekah."*
_(HR Bukhari No: 55) Status: Hadis Sahih._

🌹🌺➿〰〰
*🌺Pengajaran:*

🌹1.  Kewajipan memberikan nafkah kepada keluarga menjadi tanggung jawab suami. Selain suami menunaikan nafkah berbentuk material, juga dituntut untuk memberikan nafkah berbentuk ilmu akhirat kepada keluarganya.

🌹2.  Setiap harta yang dinafkahkan kepada keluarga akan dihitung sebagai pahala sedekah apabila seseorang itu menunaikan tanggung jawabnya semata-mata kerana Allah SWT. Hanya amalan yang dilakukan kerana Allah SWT akan diganjari pahala.

🌹3.  Keutamaan memberikan nafkah kepada keluarga lebih besar  pahalanya kerana itu adalah kewajiban yang amat dituntut dalam Islam.
*💥وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابُ*
🌺〰🍄🌹🍄〰🌺

💥➿➿➿➿➿💥 *Antara Azan dan Iqomah, Waktu Terkabulnya Doa* 💥〰〰〰〰〰💥

💥Hadis shahih yang menjelaskan bahwa saat-saat antara azan dan iqomah adalah waktu mustajab untuk berdoa.

💥Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

🌻إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا
🌻“Sungguh berdo’a antara adzan dan iqomah tidak tertolak, maka pergunakanlah untuk berdo’a.”
_(HR. Ahmad)._

💥Memilih waktu yang tepat dalam berdoa, adalah diantara penyebab terkabulnya doa. Salah satu waktu tersebut adalah, antara azan dan iqomah; yakni *sesudah azan, sampai sebelum iqomah.*

💥Mengingat antara azan dan iqomah adalah waktu yang sangat terbatas, maka prioritaskanlah ibadah yang dianjurkan oleh dalil untuk dilakukan pada saat itu, seperti  saat- saat antara azan dan iqomah, *syariat menganjurkan berdoa dan sholat sunah rawatib.* Bila waktu mencukupi, maka bisa dipergunakan untuk melakukan ibadah lain, seperti membaca Alquran dan yang lainnya.

*💥Inilah kaidah penting dalam beribadah, mendahulukan amalan ibadah yang terbatas waktunya daripada ibadah yang leluasa waktunya.*

💥Dengan mengetahui kaidah ini, insyaallah seorang akan proposional dalam beribadah kepada Allah.

🌻Untuk Siapa Waktu Mustajab ini?
💥Kesempatan mendapatkan waktu mustajab berdoa, saat antara azan dan iqomat ini berlaku untuk orang yang menunggu iqomat di masjid atau untuk umum?

💥Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah nomor 127856 dijelaskan,

🌻والأصل عدم تقييد ذلك بمن كان داخل المسجد، فالحديث أخبر أن هذا الوقت من أوقات الإجابة فمن جمع شروط الدعاء المستجاب ودعا في هذا الوقت ترجى له الإجابة ـ سواء أكان داخل المسجد أم لا ـ وكذلك يستجاب للمرأة في بيتها إذا دعت في هذا الوقت
🌻Pada dasarnya hadis (Anas bin Malik) di atas tidak menunjukkan keutamaan ini hanya berlaku untuk yang berada di masjid saja. Hadis di atas mengabarkan bahwa inilah diantara waktu mustajab. Siapa yang terpenuhi syarat-syarat terijabahi doa, lalu dia berdoa pada waktu tersebut, maka diharapkan doanya terkabul. Baik dia sedang berada di masjid atau di luar masjid. Demikian doanya para wanita yang sholat di rumah juga terijabahi, bila ia berdoa pada waktu tersebut.

💥Imam Syaukani menerangkan dalam “Nailul Author”,

🌻الحديث يدل على قبول مطلق الدعاء بين الأذان والإقامة وهو مقيد بما لم يكن فيه إثم أو قطيعة رحم، كما في الأحاديث الصحيحة
🌻Hadis tersebut menunjukkan terkabulnya doa secara umum yang dipanjatkan pada waktu itu (yakni antara azan dan iqomat). Asal doa tidak mengandung unsur dosa atau memutus silaturahim, sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis shahih.
_(Nailul Author, hal. 264, terbitan : Baitul Afkar Ad-dauliyah)._

💥Meskipun demikian, orang-orang yang bersegera ke masjid kemudian menunggu iqomat, doanya lebih berpotensi terkabul, daripada yang berdoa di luar masjid. Hal ini mengingat faktor-faktor terijabahi doa berikut :

*➖Pertama,*
*➖faktor*
*➖tempat.*
Doa yang dipanjatkan di tempat yang mulia seperti masjid, akan lebih terijabahi.

*➖Kedua,*
*➖faktor waktu.*
Doa yang dipanjatkan di waktu mustajab seperti antara azan dan iqomat atau yang lainnya, akan lebih berpeluang terkabul daripada yang tidak.

*➖Ketiga,*
*➖kondisi orang yang berdoa.*
Seperti berdoa saat sedang puasa, saat safar atau saat terdesak.

*➖Keempat,* 
*➖sifat doa.*
Seperti doa yang disertai asma-ul husna, doa-doa dari Al Quran / Hadis, atau doa yang tidak mengandung dosa.

💥Orang yang berdoa saat antara azan dan iqomat, sementara dia duduk di dalam masjid menunggu dikumandangkan iqomat, *setidaknya padanya terkumpul dua faktor terkabulnya doa, yaitu faktor tempat dan waktu.* Sehingga doanya akan lebih berpeluang terkabul.

Sebagai penutup, perlu kita ingat bahwa sebagian ulama menegaskan, kaum laki yang tidak sholat berjamaah di masjid tanpa uzur, tidak mendapatkan kesempatan mustajab ini.

*💥وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابُ*

💥➿➿➿➿➿💥

💫🌏✨ *DOSA-DOSAPUN HANYUT DI AIR WUDLU*


🍃 *Berwudlu* sebelum berdiri untuk menjalankan sholat, adalah persyaratan yang *_harus_* dilakukan oleh setiap muslim. Dan perintah berwudlu itu, langsung dari Allah swt dengan jelas secara mendetail dari *_membasuh muka sampai membasuh kaki_*.
Allah swt berfirman:_

*يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْـكَعْبَيْنِ  ۗ  وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْا  ۗ  وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰۤى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَآءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَآئِطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَآءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا *فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ  ۗ  مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰـكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَ لِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ*

_"Wahai orang-orang yang beriman!_ *_Apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki._* _Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka *bertayamumlah dengan debu yang baik (suci);* usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu._ Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak _*membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu,* agar kamu bersyukur."_
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 6).

🍃 Demikianlah, Islam menuntun insan muslim, untuk melakukan *_sesuatu yang besar dan sakral, seperti sholat_* agar terlebih dahulu membersihkan bagian-bagian badan yang *_sering  bersentuhan bahkan kontak langsung dengan perbuatan maksiyat._*

🍃 Dosa-dosa  akibat perbuatan maksiyat, *_insyaallah_* akan terhapus, hanyut bersama air wudlu.
*Dalam sebuah hadist*:
Dari Abu Hurairah ra, bahwa *_Rasulullah saw bersabda,  "Jika hamba muslim atau mukmin berwudlu, maka ketika ia membasuh wajahnya, keluarlah segala kesalahan karena pandangan kedua matanya, sirna bersama air hingga tetesan yang terakhir. Apabila ia mencuci tangannya, maka hilang pulalah segala dosa yang diperbuat oleh tangannya, larut bersama air, hingga tetes air yang terakhir. Apabila ia mencuci kaki, terhapus pulalah dosa-dosa yang diperbuat oleh kakinya, larut bersama  air, hingga tetesan air yang terakhir. Sehingga pada akhirnya, ia bersih dari segala dosa dan kesalahan"_*(HR. Muslim).

*🍃  Dalam hadist lain*.
_Dari Uqbah ibnu Umar ra, bahwa Nabi saw bersabda,_ *_Siapa yang berwudlu, lalu menyempurnakan wudlu dengan sebagus-bagusnya, kemudian ia mengucapkan dua kalimat syahadat, pasti dibukalah baginya delapan pintu surga yang dimasukinya dari mana saja menurut kehendaknya"._*(HR. Muslim)
.
Salam santun
_*@bi e priambudi*_

TIGA AMALAN DENGAN PAHALA TANPA BATAS

Untuk tiga amalan dibawah ini Allah azza wa jalla tidak menetapkan kadar pahala yang tetap bagi pelakunya.

Demikian itu kerana ketiganya merupakan amalan yang agung disisi Allah azza wa jalla.

1. MEMAAFKAN
Allah berfirman:

“Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya berada diatas (tanggungan) Allah.” (asy-Syura: 40)

2. BERSABAR
Allah berfirman:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS Az Zumar : 10)

3. PUASA
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang ertinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan kerana-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan iaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Muslim no. 1151)

Semoga kita semua mampu untuk mengamalkan tiga amalan di atas.

@quotephotovideo 🐬🐬🐬

KONDISI AJALMU

🌷KONDISI AJAL MU!

Sahabat...
Engkau harus tau bahwa ajal itu: Sebagaimana Engkau Menjalani Hidupmu, Demikianlah Kondisimu Tatkala Ajal Menjemputmu...!!!

📚Nabi shallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
"Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya" (HR Muslim no 2878)

Berkata Al-Munaawi:

أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ

"Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu" (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami' As-Shogiir 2/859)

💐Sahabatku yang budiman…

Kita semua tahu bahwasanya kematian datang tiba-tiba…
tidak peduli dengan kondisi seorang hamba.

Apakah dalam keadaan ketaatan kepada Allah / dalam keadaan sedang bermaksiat…?

Apakah dalam keadaan sakit ataupun dalam keadaan sehat… semuanya terjadi tiba-tiba…!

Seorang penyair berkata :

تَزَوَّدْ مِنَ التَّقْوَى فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِي*  إِذَا جَنَّ لَيْلٌ هَلْ تَعِيْشُ إِلَى الْفَجْرِ

Berbekallah ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu…
Jika malam telah tiba apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari

وَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ مَاتَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ * وَكَمْ مِنْ عَلِيْلٍ عَاشَ حِيْناً مِنَ الدَّهْرِ

Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal tanpa didahului sakit…
Dan betapa banyak orang yang sakit yang masih bisa hidup beberapa lama

فَكَمْ مِنْ فَتًى أَمْسَى وَأَصْبَحَ ضَاحِكًا * وَقَدْ نُسِجَتْ أَكْفَانُهُ وَهُوَ لاَ يَدْرِِي
Betapa banyak pemuda yang tertawa di pagi dan petang hari
Padahal kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar

وَكَمْ مِنْ صِغَارٍ يُرْتَجَى طُوْلُ عُمْرِهِمْ * وَقَدْ أُدْخِلَتْ أَجْسَامُهُمْ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ
Betapa banyak anak-anak yang diharapkan panjang umur…
Padahal tubuh mereka telah dimasukkan dalam kegelapan kuburan

وَكَمْ مِنْ عَرُوْسٍ زَيَّنُوْهَا لِزَوْجِهَا * وَقَدْ قُبِضَتْ أَرْوَاحُهُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ
Betapa banyak mempelai wanita yang dirias untuk dipersembahkan kepada mempelai lelaki…
Padahal ruh mereka telah dicabut tatkala di malam lailatul qodar

Allohu A'lam
________

Seri Imam Malik

139 - LTF
Seri Imam Malik

➖➖➖🌺🌺🌺🌺🌺➖➖➖

SUATU HARI DI MAJELIS IMAM MALIK

Ini kisah tentang seorang pemuda Andalus yang menyimpan kerinduan untuk belajar di Kota Nabi, Madinah.

Adalah Yahya Ibnu Yahya Al Laitsi, pemuda yang lahir dan dibesarkan di bumi Andalusia, Spanyol.

Yahya telah memendam keinginan untuk melakukan rihlah (perjalanan) untuk menuntut ilmu.  Pilihannya adalah ke Kota Madinah, tempat di mana Imam Malik bin Anas –rahimahullah- tinggal dan mengajar.

Andalus dan Madinah jaraknya sangat jauh. Saat itu transportasi sangat sulit. Namun tekadnya sudah bulat. Tatapannya hanya tertuju pada satu arah, Madinah Nabawiyah.

Semua itu tentunya berbayar. Karena bagi seorang Yahya, rihlah berarti melupakan keindahan Andalus dan bersabar menghadapai kenyataan hidup di dataran Hijaz yang tandus.

Namun tekad kuat yang disertai keikhlasan telah membuat jarak yang jauh itu terasa dekat, ruang dan waktu seolah sempit serta keindahan kampung halaman, tak lagi berarti.

Setibanya di Madinah tanpa basa-basi pemuda Andalus itu langsung duduk di majelis Imam Malik bin Anas, seolah tak ada waktu rehat baginya.

Dalam benaknya meninggalkan keluarga, sanak saudara dan kampung halaman bukanlah pengorbanan yang kecil, sehingga terlalu mahal bila harus mengambil rehat sejenak karena letih setelah melakukan perjalanan yang jauh.

Hari-hari di Madinah dilaluinya dengan semangat yang tak kenal kendor. Semua demi mengurai benang asa yang dirajutnya dulu di tanah air tercinta, Andalus. Hingga suatu hari, saat tengah mendengarkan kajian Imam Malik, tiba-tiba ada serombongan musafir memasuki Madinah.

Adalah Imam Ad Dzahabi menuturkan:
'Ketika itu para musafir datang membawa gajah. Murid-murid Imam Malik berhamburan keluar ingin melihat gajah tersebut dari dekat.

Semua beranjak, kecuali Yahya bin Yahya. Ia tetap duduk dan memandang ke satu arah, ke mana lagi kalau bukan kearah Imam Malik.

Melihat hal itu Imam Malik mendekat dan bertanya, ”Mengapa engkau tidak keluar untuk melihat gajah?”

Yahya menjawab,” Aku jauh-jauh datang dari Andalusia hanya untuk melihat Anda (menuntut ilmu), bukan untuk melihat gajah.”

Keteguhan itu membuat Imam Malik berdecak kagum. Sejak peristiwa itu Imam Malik menjulukinya dengan ‘aqilu Andalus’ (lelaki berakal dari Andalusia).'

Sahabat, kisah Yahya bin Yahya bukan soal suka atau tidak suka melihat gajah, namun ada pesan lain di sana. Yaitu tentang sikap yang harus diambil saat seorang penuntut ilmu yang tak perlu tergoda oleh hal-hal yang tidak seharusnya membuatnya berpaling sedikitpun dari cita-cita awalnya.

Dalam meraih asa, betapa sering langkah kita terhenti oleh hal-hal yang tidak terlalu penting. Kadang semangat untuk menjadi berarti itu kendor hingga titik nadir lantaran keteledoran yang mulanya sebatas iseng-iseng saja.

Iseng-iseng main game, atau mungkin terbawa mental  ‘nanti dulu’, kebiasaan menunda, hingga akhirnya semangat awal yang telah dipupuk, perlahan redup, ibarat pepatah layu sebelum berkembang.

Kisah ini mengajak kita untuk selalu terjaga dan sepenuhnya sadar arti kehadiran kita dalam menuntut ilmu

Begitulah seharusnya kita menata jalan cita-cita selama ini. Sebab waktu kita sangatlah singkat di dunia ini.

Seorang salaf mengatakan,
العلم إذا إعطاك كلك لا يعطيك إلا بعضه
"Ilmu itu, bila semua potensimu kau curahkan untuk meraihnya, dia tidak akan memberimu melainkan setengahnya saja."

Nah bagaimana kalau kita setengah-setengah?

***

Editor: Cholis Akbar
Diolah dari berbagai sumber.

➖➖➖🌺🌺🌺🌺🌺➖➖➖

*Kisah Teladan:*

Telegram: https://telegram.me/kisah_teladan_penuh_hikmah

Telegram: https://telegram.me/sang_sholih

Follow this link to join my WhatsApp group: https://chat.whatsapp.com/2YPmYJTgh0T2CLECvfKpYh

Adab-adab apabila berkata-kata

BERKATA BENAR

“Orang-orang yang sabar, dan orang-orang yang benar, dan orang-orang yang sentiasa taat, dan orang-orang yang membelanjakan hartanya, dan orang-orang yang beristighfar pada waktu sahur.”

A-li'Imraan 3:17

BERKATA DENGAN TEPAT

"Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan katakanlah perkataan yang tepat - benar (dalam segala perkara),"

Al-Ahzaab 33:70

BERKATA DENGAN ADIL

"Dan apabila kamu mengatakan sesuatu (semasa membuat apa-apa keterangan) maka hendaklah kamu berlaku adil, sekalipun orang itu ada hubungan kerabat (dengan kamu),"

Al-An'aam 6:152

BERKATA DENGAN BAIK

Dan, ketika Kami mengikat perjanjian setia dengan Bani Israil, "Janganlah kamu menyembah melainkan Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapa, dan kaum kerabat, dan anak-anak yatim, serta orang-orang miskin; dan katakanlah kepada sesama manusia perkataan-perkataan yang baik,"

Al-Baqarah 2:83

BERKATA DENGAN SOPAN

"Dan katakanlah (wahai Muhammad) kepada hamba-hambaKu (yang beriman), supaya mereka berkata dengan kata-kata yang amat baik (kepada orang-orang yang menentang kebenaran), sesungguhnya Syaitan itu sentiasa menghasut di antara mereka (yang mukmin dan yang menentang), sesungguhnya Syaitan itu adalah musuh yang amat nyata bagi manusia."

Al-Israa' 17:53

BERKATA DENGAN MENYENANGKAN HATI

"Dan jika engkau terpaksa berpaling tidak melayani mereka, kerana menunggu rezeki dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka kata-kata yang menyenangkan hati."

Al-Israa' 17:28

BERKATA DENGAN LEMAH-LEMBUT

"Kemudian hendaklah kamu berkata kepadanya, dengan kata-kata yang lemah-lembut, semoga ia beringat atau takut."

Taha 20:44

BERKATA DENGAN PERKATAAN MULIA

"Dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa. Jika salah seorang dari keduanya, atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah engkau berkata kepada mereka (sebarang perkataan kasar) sekalipun perkataan 'Ha', dan janganlah engkau menengking menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia."

Al-Israa' 17:23

JAUHILAH BERKATA PERKARA YANG SIA-SIA

"Dan mereka yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia,"

Al-Mu'minuun 23:3

JAUHILAH BERKATA BOHONG

"Dan dihalalkan bagi kamu binatang-binatang ternak, kecuali yang dibacakan kepada kamu (tentang haramnya), maka jauhilah kekotoran syirik yang disebabkan oleh penyembahan berhala, serta jauhilah perkataan yang dusta,"

Al-Hajj 22:30
@islamitu_indah

Perang Mu'tah (Rasulullah ﷺ vs Heraclius)

💙🌸💙🌸💙🌸💙
🌸💙🌸💙🌸💙🌸
*Perang Mu'tah (Rasulullah ﷺ vs Heraclius)*
💙🌸💙🌸💙🌸💙
_Bagian 1_
🌸💙🌸💙🌸💙🌸

💙Perang Mu'tah adalah perang terbesar dan terdahsyat yg pernah terjadi di masa hidup nabi ﷺ. Bahkan perang ini lebih dahsyat daripada perang Badar. Bila di Badar pasukan muslim hanya menghadapi musuh yg jumlahnya 3x lipat lebih banyak, maka di Mu'tah, pasukan Muslim harus menghadapi musuh dengan jumlah yg lebih gila lagi: hampir 70x lipat lebih banyak!

💙Berikut deskripsi singkat Perang Mu'tah:

💙Kubu: Pasukan Muslim VS pasukan BYZANTIUM/ RUM
Kepala negara: Muhammad saw VS HERACLIUS
*Jumlah pasukan: Muslim 3000 VS Rum 200.000 orang.*
Lokasi perang: di Mu'tah, suatu wilayah antara Yordania-Suriah.

➿〰〰〰
*💙Latar Belakang Perang:*

💙Pada tahun 8H, rasulullah ﷺ mengirim surat kepada pemimpin Bushra (daerah di bawah kekuasaan Rum). Namun di perjalanan sang utusan dihadang, dan kmdn diserahkan kepada Heraclius. *Heraclius pun membunuh sang utusan.* Di tahun yg sama pula, pasukan Rum membunuh 15 orang sahabat nabi di Dhat at Talh.

💙Ini merupakan penghinaan luarbiasa besar bagi Madinah. *Dalam perpolitikan dunia masa itu, membunuh seorang utusan sama artinya dengan ajakan perang.* *Ditambah lagi pembunuhan 15 org sahabat nabi, cukuplah alasan buat nabi untuk memberikan pembalasan pada kesombongan Heraclius.* Genderang perang pun ditabuh. 3000 pasukan muslim dipersiapkan. Itu adalah jumlah pasukan terbesar sepanjang hidup nabi. Sebelumnya tdk pernah pasukan muslim terkumpul sebanyak itu, kecuali pada perang Ahzab.

💙Kontroversi Sebelum Pemberangkatan.

💙Banyak orang arab seputar Madinah mencibir keberangkatan pasukan muslim ini. *Perlu diketahui, pasukan Heraclius saat itu adalah pasukan terkuat di dunia.* Beberapa tahun sblmnya mereka sudah pula menaklukkan pasukan Persia, sebuah kerajaan superpower di timur tengah. Apalah arti pasukan muslim yang baru juga berdiri 8 tahun, dengan teknologi militer pas-pasan, dibandingkan pasukan superpower Romawi yg tiada bandingannya di dunia? Yg sdh berdiri ribuan tahun, dengan kecanggihan militer tiada banding? Itu sama saja bunuh diri. Demikian pendapat bangsa Arab.
Tapi nabi punya pendapat lain:
Kehormatan Islam harus dijaga.
Romawi harus tahu, bhw mereka tidak boleh sembarangan membunuh umat islam.
Maka Bismillah, pasukan pun diberangkatkan.

*Komandan Pasukan Islam

💙Nabi menetapkan Zaid bin Haritsah sbg pimpinan utama. Bila gugur, maka digantikan sepupu nabi, Ja'far bin Abu Thalib. Bila ia pun gugur, maka digantikan oleh Abdullah bin Rawahah. Demikian ketetapan nabi.

➿〰〰〰
*Awal Peperangan*

Pasukan muslim terkejut ketika melihat jumlah pasukan Romawi yg demikian banyaknya. Tepat seperti dugaan bangsa Arab, pasukan Romawi hampir mustahil dikalahkan. 3000 org melawan 200.000?  *1 org melawan 70* orang? Mustahil. Ini sama saja pembantaian. Pasukan muslim sempat berencana untuk berbalik ke belakang, atau setidaknya duduk menunggu bantuan bala tentara datang. Namun Abdullah bin Rawahah menguatkan.
"Wahai sahabat, apa yg tidak kalian sukai dlm perang ini sesungguhnya sesuatu yg kita cari. Yaitu mati syahid. Kita tidak berperang karena jumlah, kekuatan, dan banyaknya personil. Tapi kita berperang unt membela agama ini. Maka berangkatlah, krn di sana hanya ada 2 kebaikan: menang, atau mati syahid."
Demikianlah, akhirnya mrk secara bulat menjalankan saran Abdullah.

(Bersambung)
💙🌸💙🌸💙🌸💙
🌸💙🌸💙🌸💙🌸

💙🌸💙🌸💙🌸💙
🌸💙🌸💙🌸💙🌸
*Perang Mu'tah (Rasulullah vs Heraclius)*
💙🌸💙🌸💙🌸💙
_Bagian 2_

💙🌸➿〰〰
*Jalannya Peperangan*

💙Demikianlah, peperangan pun berlangsung dengan teramat dahsyat. 3000 orang melawan 200.000 orang. Sesuatu yg tidak masuk akal, tidak rasional di mata manusia. Kenapa pasukan muslim tidak mundur saja? Bukankah ini kebodohan besar? Menyerahkan nyawa pada musuh yg jumlahnya 70 kali lebih banyak?
Namun kekuatan iman berada di atas batas rasional manusia.

💙Zaid bin Haritsah berperang dengan gagah berani. Menebas puluhan musuh di hadapannya. Sampai kemudian sebatang tombak mengenainya, dan ia pun syahid.
Dengan sigap, bendera diambil oleh Ja'far bin Abi Thalib, saudara Ali bin Abi Thalib ini bertempur dengan teramat dahsyat dan di luar batas akal manusia. Ketika tangan kanannya yg memegang bendera ditebas musuh, ia pindahkan bendera ke tangan kiri. Darah memuncrat deras dari tangan kanannya yg terpotong, namun energinya spt tak terpengaruh. Ia bertahan, berusaha melawan dengan tangan kirinya. Sampai kemudian tangan kirinya pun ditebas musuh, dan ia msh mempertahankan bendera di ketiaknya, dengan lengan yg masih tersisa, dan darah yg bersemburan dari kedua tangannya.
Ketika akhirnya Ja'far pun syahid kehabisan darah, Abdullah bin Rawahah mengambil alih bendera tsb. Seperti pendahulunya, iapun bertempur dengan perkasa, sampai akhirnya gugur, dan peperangan hari itu berakhir.

💙Malam harinya,
Pasukan muslim berunding memilih siapa pengganti komandan perang, 3 komandan pilihan nabi sdh gugur.

💙Kini mrk harus memilih sendiri pemimpin mrk. Hasil perundingan, dipilihlah Khalid bin Walid sbg komandan pasukan muslim esok hari.

💙Khalid bin Walid, si "pedang Allah" pun mengatur strategi perang. Yup, perang ini hampir mustahil dimenangkan. Bhkn teramat sangat mungkin, mrk semua akan mati terbantai. Tapi dengan strategi yg cerdik, minimal mrk bisa membuat takut Romawi, sehingga mereka bisa pulang ke Madinah tanpa dikejar.

💙Esoknya Khalid bin Walid merubah komposisi pasukan dan mempersiapkan pola baru.

💙Saat romawi melihat perubahan ini, mrk seakan tak percaya. "Wah, rupanya muslimin mendapat bala bantuan". Seketika itu pula ketakutan menyergap hati pasukan romawi. Dan mereka pun sekali lagi bertempur. Setelah bbrp lama bertempur, pasukan muslim pun pelahan mundur. Sebenarnya, pasukan romawi bisa saja mengejar mereka. Namun itu tidak dilakukan, krn Romawi takut pasukan muslim akan menerapkan suatu tipuan, menarik mereka ke padang pasir, dan menyergap mereka di sana.
💙Maka romawi pun tidak berani mengejar.

💙➿〰〰〰
*Akhir peperangan*

*💙Dari jumlah 3000 orang yg dikirim nabi, hanya 12 orang yg gugur.* Sisanya berhasil pulang ke Madinah.

💙🌸💙🌸💙🌸💙
🌸💙🌸💙🌸💙🌸

Jumat, 20 Juli 2018

QADLA SHALAT

☘🌿➿〰〰〰〰
*☘QADLA SHALAT*
〰〰〰〰➿🌿☘

☘Sholat yang ditinggalkan karena lupa atau ketiduran wajib diqadla' sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alayhi wasallam :

🍃" من نسي صلاة فليصلها إذا ذكرها لا كفارة لها إلا ذلك " رواه مسلم
🍃Maknanya : "Barang siapa lupa tidak melakukan sholat tertentu maka laksanakanlah jika ia ingat, tidak ada tanggungan atasnya kecuali qadla' tersebut"
_(H.R. Muslim)_

☘Dalam redaksi lain, Rasulullah bersabda :

🍃" من نسي صلاة أو نام عنها فكفارتها أن يصليها إذا ذكرها " رواه مسلم
🍃Maknanya: "Barang siapa lupa tidak melakukan sholat tertentu atau tertidur maka kaffarahnya adalah melaksanakannya jika ia ingat"
_(H.R. Muslim)_

☘Jika sholat yang ditinggalkan karena lupa atau ketiduran wajib diqadla' apalagi sholat yang ditinggalkan dengan sengaja lebih wajib diqadla'. Ini juga masuk ke dalam keumuman hadits Nabi yang sahih:

🍃" فدين الله أحق أن يقضى "
☘Maknanya : "Hutang kepada Allah lebih layak untuk dibayar (qadla')"

☘Hal ini disepakati (Ijma') oleh para ulama. Orang yang mengatakan sholat yang ditinggalkan dengan sengaja tidak wajib diqadla' seperti Ibnu Hazm,  Sayyid Sabiq, berarti telah menyalahi ijma' para ulama Islam seperti dikatakan oleh al Hafizh Abu Sa'id al 'Ala-i, al Hafizh Ibnu Thulun dan lain-lain.

☘Sedangkan perkataan 'Aisyah –semoga Allah meridlainya- yang biasa dijadikan oleh sebagian orang sebagai dalil tidak wajibnya mengqadla' sholat bunyinya adalah sebagai berikut secara lengkap :

*🍃" كنّا نـحيض عند رسول الله ، ثم نطهر فنؤمر بقضاء الصوم ، ولا نؤمر بقضاء الصلاة ".*
*🍃"Kami haidl di masa Rasulullah kemudian suci maka kami diperintahkan untuk mengqadla' puasa dan tidak diperintah untuk mengqadla' sholat "*

Orang yang membaca perkataan 'Aisyah ini dengan lengkap bukan sepotong-sepotong akan memahami bahwa perkataannya ini berkaitan dengan wanita yang haidl bahwa tidak diperintahkan baginya untuk mengqadla sholat yang dia tinggalkan selama dia haidl. Jadi orang yang menjadikan perkataan 'Aisyah sebagai dalil untuk menolak kewajiban mengqadla' sholat bagi orang yang meninggalkannya dengan sengaja, orang ini tidak memahami perkataannya sendiri.

*💥وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابُ*

☘🌿🍃➿🍃🌿☘

ORANG YANG MENINGGAL DALAM KEADAAN TIDAK SHALAT TIDAK BOLEH DIGANTIKAN HAJINYA

💜🌻💜🌻💜🌻💜
*ORANG YANG MENINGGAL DALAM KEADAAN TIDAK SHALAT TIDAK BOLEH DIGANTIKAN HAJINYA*
🌻💜🌻💜🌻💜🌻

*☘Pertanyaan*
Saya mempunyai kerabat yang meninggal pada bulan Ramadhan. Tapi sebelum meninggal dia meremehkan dalam menjalankan shalat dan dalam menunaikan zakat serta belum haji sama sekali. Apakah boleh menggantikan dia berhaji dan dalam membayar zakat ?

*☘Jawaban:*
Jika seseorang terkadang shalat dan terkadang meninggalkannya maka tidak boleh digantikam hajinya dan dikeluarkan zakat hartanya, dan kerabatnya yang muslim tidak dapat mewarisi hartanya. Bahkan harta peninggalannya diserahkan ke Baitul Mal kaum muslimin. Sebab meninggalkan shalat adalah kufur terbesar. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

🍂العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَ
🍂“Perjanjian antara kita dan mereka adalah shalat. Maka siapa yang meninggalkan shalat sesungguhnya dia telah kafir” [Hadits Riwayat Ahmad dan Ashabus Sunnah dengan sanad shahih]

☘Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

🍂إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالكُفْرِ ، تَرْكَ الصَّلاَةِ
🍂“Batas antara seseorang  dan kekafiran dan kemusyrikan adalah meninggalkan shalat”
_"[Hadits Riwayat Muslim]_

☘Juga dalil-dalil lain dari Al-Qur’an dan Sunnah yang menunjukkan apa yang telah kami sebutkan.

☘Kami memohon kepada Allah semoga Allah memperbaiki kondisi kaum muslimin dan memberikan taufiq kepada mereka dalam menjaga shalat, istiqamah dam menegakkannya dan menghindari sebab-sebab meninggalkannya. Sesungguhnya Allah Mahapemurah lagi Mahamulia
☘🌿🍃➿〰〰〰
〰〰〰🍃🌿☘

KISAH ABU HANIFAH & ANAK KECIL

╔═🌱══════╗
_#kisah*inspiratif_
╚═══════🌱╝

💦💧❄➿〰〰〰
*KISAH ABU HANIFAH*
      *& ANAK KECIL*

❄ Nu'man bin Tsabit yang dikenal dengan sebutan Abu Hanifah, atau populer disebut IMAM HANAFI pernah berpapasan dengan anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).
,
❄Sang imam berkata :"Hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu, Jangan sampai kau tergelincir".

❄Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

❄"Bolehkah saya tahu namamu Tuan?" tanya si bocah
"Nu'man namaku", Jawab sang imam

🍏Jadi, Tuanlah yg selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a'dhom (Imam agung) itu..??" Tanya si BOCAH.

❄"Bukan aku yang memberi gelar itu, Masyarakat-lah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku"

❄"Wahai Imam, hati-hatilah dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka karena gelar itu..! Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia, Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskan-mu ke dalam api neraka yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya".

❄Ulama besar yang diikuti banyak umat islam itupun tersungkur menangis. Imam Abu Hanifah bersyukur dan tidak menyangka  wejangan sehebat itu datang dari lidah seorang bocah kecil.

❄Benar apa yg disabdakan baginda Rasul SAW :

💧الحكمة ضالة المؤمن
💧Hikmah adalah sesuatu yg hilang milik orang mukmin, maka dimanapun hikmah itu ditemukan kita harus mengambilnya.

*SEPASANG TANGAN YANG MENARIKMU KALA TERJATUH LEBIH HARUS KAU PERCAYAI DARI PADA SERIBU TANGAN YANG MENYAMBUTMU KALA TIBA DI PUNCAK KESUKSESAN*

---------------
*وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم*

Mengenai Saya

 
Yens Share© Designed by: Compartidisimo