topbella

Jumat, 16 Februari 2018

Berbaik sangka kepada Allah Ta'ala

Berbaik sangka kepada Allah dan sekitarnya adalah hal yang paling mendasar untuk seorang muslim. Jika setiap permasalahan ia terbiasa berburuk sangka pada orang lain, terlebih Allah, maka dalam kehidupannya ia tidak akan pernah tenang.

Dengan berserah diri kepada Allah, mempunyai filosofi jika manusia itu mewakilkan, seperti kata “tawakal” diambil dari kata wakala yang berarti wakil dan mewakilkan apapun yang terjadi dan mempercayakan semua itu hanya kepada Allah semata.

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.
 (QS al-Anfal [8]: 49)

Dengan cara memasrahkan kejadian yang menimpa baik kejadian positif, menyenangkan ataupun buruk dan memilukan adalah kehendak Allah semata.

Jangankan kejadian Gempa bumi, gunung meletus, kecelakaan, gagal dalam ujian, bangkrut atau banyak lagi yang lainnya merupakan kehendak Allah, bahkan hal yang paling kecil sekalipun, semisal daun yang gugur adalah atas pengetahuan Allah!

dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)
 (al-An’aam: 59)

Berbagai manfaat positif yang bisa dipetik saat seseorang memasrahkan segala sesuatunya hanya pada Allah, yakni selain hati menjadi tenang, tidak khawatir atas apapun yang menimpa, menghilangkan kecemasan yang berlebihan, keraguan yang membelenggu dan berupaya menjalani kehidupan dalam jalurNya.

Hal lainnya yang cukup membuat lega perasaan saat kita hanya bertawakal hanya pada Allah adalah menjaga ritme perasaan, saat mendapat rezeki atau kemenangan, manusia tidak akan merasa senang yang membuncah, pun saat mendapat kemalangan atau kesedihan yang mendalam, ia tidak terlalu larut dan segera bangkit dari keperpurukan.

Apapun yang terjadi atas kehendak Allah, anak, jabatan, harta benda,ketenaran hanya semata-mata milik Allah. Jika Dia berkendak untuk mengambil, tidak ada yang menghalangi

#CopyByGrupWaDH

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

 
Yens Share© Designed by: Compartidisimo