Darah haid yang keluar dari rahim wanita dalam setiap bulannya memiliki
tekstur yang bermacam-macam. Tekstur darah haid ini berkaitan dengan
kondisi kesehatan, karena itu Kaum Hawa wajib mengetahui ini.
Darah
haid memiliki berbagai macam terkstur. Perubahan yang terjadi pada
tekstur darah kotor memang bukan termasuk kondisi yang serius, namun
tetap harus diwaspadai terhadap gangguan kesehatan.
Jika tidak
dalam keadaan hamil, darah haid normal terjadi dalam setiap bulan. Untuk
mengetahui tekstur darah haid, berikut ini seperti dilansir Meetdoctor, Senin (3/8):
Saat
darah yang keluar berbentuk menggumpal, artinya perdarahan menstruasi
yang terjadi cenderung berat. Normalnya, tubuh memproduksi antikoagulasi
supaya perdarahan yang terjadi dapat menggumpal dan berhenti.
Namun,
saat menstruasi berlangsung, hal ini tidak sempat dilakukan oleh tubuh,
membuat darah jadi keluar dalam bentuk gumpalan-gumpalan darah berwarna
gelap. Jika darah yang keluar terus-menerus dalam kondisi seperti ini,
sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan ke dokter.
Selai itu,
darah juga dapat berbentuk licin seperti jelly, artinya darah kotor
tercampur dengan lendir dari serviks pada vagina. Pada jenis darah yang
tipis dan cair, darah sudah kembali bekerjasama dengan anticoagulant
alami tubuh, karena perdarahan yang terjadi juga sudah tidak seberat
sebelumnya dan darah berwarna merah terang.
Saat darah tampak
keluar dengan suatu gumpalan jaringan berwarna keabuan dalam jumlah yang
banyak, kemungkinan besar telah terjadi keguguran atau aborsi yang
perlu segera diperiksakan ke dokter. Darah lainnya yang tampak tidak
normal dapat diakibatkan oleh keberadaan fibroids atau leiomyomas,
sejenis tumor jinak yang ada di dalam rahim. Tanda dari terjadinya
fibroids adalah adanya darah menstruasi yang lebih banyak daripada
biasanya dengan waktu darah menggumpal yang lebih panjang.
Kondisi
darah dan teksturnya yang juga tampak berbeda dari biasanya dapat pula
menandakan adanya ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan
progesteron. Perubahan hormon yang demikian dapat terjadi akibat:
1.Perubahan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba
2.Efek dari konsumsi obat-obatan
3.Adanya pembesaran rahim
4.Adanya halangan pada aliran darah menstruasi
5.Adanya pertumbuhan abnormal pada jaringan rahim atau kondisi endometriosis atau adenomyosis
6.Adanya kondisi menopause

Rabu, 05 Agustus 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar